Beranda / Sosial / Anti bullying: Kecil bagi Pelaku, Besar bagi Korban

Anti bullying: Kecil bagi Pelaku, Besar bagi Korban

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Salam sejahtera. Om Swastiastu. Namo Buddaya. Salam kebajikan

Yang terhormat Ibu Kepala Sekolah, Bapak dan Ibu Guru, serta teman-teman seperjuangan.

Mari kita panjatkan puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas izin-Nya kita dapat hadir pada acara di pagi yang cerah ini.

Teman-teman sekalian, apakah kalian tahu apa yang dimaksud dengan bullying itu? bullying adalah masalah sosial di mana seseorang atau kelompok menyakiti dan merendahkan korban secara sengaja. Masalah ini tentu bukan masalah sepele, Korban dapat mengalami trauma berat, murung, hingga penurunan minat belajar.

Contoh bullying sendiri adalah mengejek teman, melakukan kekerasan, menghina fisik, mengucilkan, dan menyebarkan ejekan melalui media sosial. Bagi pelaku tindakan ini dianggap sebagai candaan ringan, namun bagi korban ini adalah bibit timbulnya suatu trauma mendalam.

Menurut berbagai penelitian, korban bullying dapat mengalami penurunan rasa percaya diri dan kesulitan berkonsentrasi saat belajar. Karena itu, bullying tidak boleh dianggap sebagai candaan biasa.

Mari kita hentikan bullying mulai dari diri sendiri. Gunakan kata-kata yang sopan, saling menghargai, dan membantu teman yang sedang mengalami kesulitan. Jika melihat bullying, jangan diam atau malah menertawakan. Bantulah korban dan laporkan kepada guru atau orang dewasa yang kita percaya.

Bagi para korban yang mendengar ini, ingatlah, kalian tidak sendiri. Mari kita berpegang tangan, berdiri bersama menghadapi segala tindakan bullying. jika bersama-sama sejatinya kita mampu dan berdaya untuk melawan itu.

Saya berharap dengan dibacakannya pidato ini, teman-teman sekalian dapat paham dan tahu bagaimana masalah ini dapat mengganggu kenyamanan lingkungan kita. Semoga kita menjadi pribadi yang baik, saling menghormati, dan mampu menciptakan lingkungan yang damai tanpa bullying.

Sekian pidato yang bisa saya sampaikan, banyak kurangnya saya mohon maaf.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *