Beranda / Sosial / Bullying : Luka Fisik Sembuh, Luka Hati Membekas

Bullying : Luka Fisik Sembuh, Luka Hati Membekas

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Salam sejahtera, Om Swastiastu, Namo Buddhaya, Salam kebajikan.
Yang terhormat Ibu Wiwik Sustiwi Riani S.Pd., M.Pd., selaku Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Playen. Yang saya hormati Bapak dan Ibu Guru, serta teman-teman sesama pelajar SMP Negeri 2 Playen yang saya banggakan.
Puji syukur atas ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas berkat, rahmat, dan karunia-Nya sehingga kita dapat berkumpul di tempat ini dalam keadaan sehat. Pada kesempatan ini izinkan saya berpidato dengan judul “Bullying: Luka Fisik Sembuh, Luka Hati Membekas” dalam pentingnya menghentikan perundungan di lingkungan sekolah.
Pernahkah kita mendengar tawa, tetapi di balik tawa itu sebenarnya tersimpan tangis dan luka yang menyakitkan? Bisa jadi, mereka adalah korban bullying atau perundungan. Bullying adalah tindakan menyakiti orang lain, baik secara fisik, verbal maupun melalui media sosial. Bullying bukan hanya soal pukulan atau kekerasan fisik, bullying adalah ejekan, hinaan, mengucilkan dan panggilan yang merendahkan. Bullying terjadi ketika seseorang ditertawakan fisiknya, karena ekonominya, atau karena kesalahannya di masa lalu.
Banyak orang menganggap perundungan adalah hal biasa atau candaan biasa, akan tetapi dampaknya sangat besar bagi korban. Berdasarkan berbagai berita masih banyak siswa yang mengalami perundungan di sekolah. Berdasarkan temuan StopBullying.gov, tingkat kejadian perundungan lebih tinggi terjadi pada siswa Sekolah Menengah Pertama (26,3%) dibandingkan Sekolah Menengah Atas (15,7%).
Ahli psikologis dari Universitas Airlangga (UNAIR) menyebutkan bahwa bullying dapat menimbulkan trauma parah, memicu kecemasan berlebih, hingga membuat korban enggan berangkat ke sekolah, yang seharusnya sekolah itu menjadi tempat aman, nyaman, dan menyenangkan untuk belajar. Oleh karena itu, kita semua harus mencegah perundungan. Caranya adalah saling menghargai, berbicara dengan sopan, tidak mengejek teman, dan membantu teman yang menjadi korban perundungan. Jika melihat tindakan bullying segera laporkan kepada guru atau orang yang bisa membantu.
Mari kita mulai dari diri sendiri untuk menjadi pribadi yang baik dan peduli terhadap sesama. Dengan begitu, lingkungan sekolah akan menjadi lebih damai dan tentram.
Demikian pidato yang dapat saya sampaikan, semoga bermanfaat bagi teman-teman dan hadirin sekalian. Mohon maaf apabila banyak salah kata yang kurang berkenan. Terima kasih atas perhatian teman-teman sekalian.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *